Hanya kepadaNya kita mengabdi
Saturday, 06 September 2008

Para Nabi, Avatar, para utusanNya di dunia mengajarkan manusia agar hanya mengabdi kepadaNya, kepada Dia yang Maha Pemurah.  Tidak menduakanNya, tidak mementingkan diri sendiri (menuhankan diri), tidak mengabdi kepada yang selain Dia.

Kalau ada 100 Nabi atau Avatar di dunia ini sekarang, apakah kita akan berlomba-lomba mengabdi kepada mereka, padahal mereka mengajarkan hal-hal di atas. “Hanya kepada Engkaulah kami mengabdi”.

Tapi bukankah kita menganggap pengabdian untuk sesama adalah perbuatan yang mulia? Begitu pula dengan pengabdian untuk keluarga, orang tua, perusahaan kita tempat kita mengandalkan penghasilan untuk kehidupan kita sehari-hari, lingkungan, negara, dan seterusnya.

Selengkapnya...
 
Hanya Dia andalan kita semua
Wednesday, 27 August 2008

Tugas para Nabi, Avatar, para utusanNya di dunia ini adalah untuk mengajarkan manusia agar hanya mengandalkan Dia yang Maha Pemurah.  Tidak menduakanNya, tidak mengandalkan diri sendiri (menuhankan diri), tidak mengandalkan kepada yang selain Dia.

Kalau ada 100 Nabi atau Avatar di dunia ini sekarang, apakah kita akan mengandalkan mereka melawan kegelapan atau mereka mengatakan sanggup melenyapkan kegelapan? Tentunya tidak, mereka akan mengajarkan hal yang sama dengan di atas. “Tidakkah Tuhan cukup bagi hambaNya?”, “Hanya kepada Engkaulah kami minta pertolongan”, “(Ya Allah) Tuntunlah kami kepada jalan yang lurus” Al-Quran.  Pendeknya, hanya Engkaulah andalan kami.

Tapi bukankah kita mengandalkan makanan dari para petani, kalau sakit mengandalkan dokter, pimpinan perusahaan mengandalkan para anak buah, pekerja mengandalkan gaji dari perusahaan, anak-anak mengandalkan penghasilan orang tua mereka, produsen mengandalkan kesetiaan konsumen, dan seterusnya.

Selengkapnya...
 
Arti "Beriman" dan "Solat", pandangan lintas agama dan kepercayaan
Saturday, 21 June 2008

Suatu pandangan universal tidak akan tererosi oleh ruang dan waktu.  Berlaku di dunia ini maupun di bagian lain galaksi ini, baik di masa ini, masa lalu maupun masa yang akan datang.  Sekurangnya tidak terkungkung oleh batasan ruang-waktu yang sempit.

Kata “beriman” dan “solat” atau “sembahyang” diartikan dan didefinisikan secara berbeda-beda oleh para pemeluk agama dan kepercayaannya masing-masing.  Bahkan diantara pemeluk agama yang samapun bisa dimaknai secara sangat beragam.  Mudah-mudahan analogi dan keterangan / penjelasan berikut bisa lebih menyatukan persepsi kita semua, atau setidaknya memperkaya persepsi kita.

Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 5 - 8 dari 12
 

Menu Utama
Hal Depan
Visi-Misi
Pengantar
Tulisan
Links
Kontak Kami
Cari
English Section
Cari di Web

Terkini
Populer