|
Hanya kepadaNya kita mengabdi |
|
|
|
|
Saturday, 06 September 2008 |
|
Para Nabi, Avatar, para utusanNya di dunia mengajarkan manusia agar hanya mengabdi kepadaNya, kepada Dia yang Maha Pemurah. Tidak menduakanNya, tidak mementingkan diri sendiri (menuhankan diri), tidak mengabdi kepada yang selain Dia. Kalau ada 100 Nabi atau Avatar di dunia ini sekarang, apakah kita akan berlomba-lomba mengabdi kepada mereka, padahal mereka mengajarkan hal-hal di atas. “Hanya kepada Engkaulah kami mengabdi”. Tapi bukankah kita menganggap pengabdian untuk sesama adalah perbuatan yang mulia? Begitu pula dengan pengabdian untuk keluarga, orang tua, perusahaan kita tempat kita mengandalkan penghasilan untuk kehidupan kita sehari-hari, lingkungan, negara, dan seterusnya.
Semua itu menjadi tanpa kontradiksi kalau kita dapat mencintai semua sebagai apa adanya (unconditional love). Melihat, merasakan Semua sebagai Satu adanya, baik yang kaya atau yang miskin, baik yang berkuasa maupun rakyat jelata, baik mereka yang jenius maupun mereka yang biasa-biasa saja, serta semua sosok yang ada di Alam Raya ini. Tiada keberadaan di Alam Semesta ini selain Dia. |