Empat Jalan Kembali KepadaNya (2)
Sunday, 13 July 2008

Sudah ada tulisan saya dengan judul yang sama, boleh di bilang ini adalah sambungannya:

http://going-home.org/index.php?option=com_content&task=view&id=32&Itemid=34

 Active Image

Kalau lihat ilustrasi di atas (2D), mengingatkan kita akan piramida empat sisi (3D).  Dari semua sisi kita bisa mencapai puncaknya, yang penulis coba deskripsikan / tambahkan adalah ilustrasi perbedaan “kondisi jalan” setiap sisi. 
Selengkapnya...
 
Empat Jalan Kembali KepadaNya (3)
Saturday, 19 July 2008

Jadi sekali lagi ciri khas Jalan Manusia adalah mereka yang mengadopsi sisi keseimbangan (maskulin, proporsional, tidak berlebih-lebihan) dan pemaafan (feminin, ketidak seimbangan) sekaligus tanpa kontradiksi dengan sisi feminin, kecintaan tanpa pamrih lebih dominan sebagai penjelmaan “RahmatKu meliputi segala sesuatu”.  Secara global kepercayaan ini sudah terbukti dengan kegigihan penduduk negara-negara sekutu melawan tentara negara-negara agresor di waktu Perang Dunia Kedua, lalu memaafkan penduduk negara-negara agresor tersebut di saat mereka mendapatkan kemenangan.  Mirip sekali dengan kejadian Nabi Yusuf as memaafkan saudara-saudaranya dan Nabi Muhammad saw memaafkan penduduk Mekah.

Selengkapnya...
 
Paradigma baru Islam moderat
Wednesday, 02 July 2008

Di kalangan orang-orang Islam moderat banyak yang menganjurkan untuk tidak menyatakan “sesat” apalagi “kafir” terhadap pihak-pihak lain.  Kesesatan dan kekafiran atau “ketidak-enakan” ini akan kembali kepada mereka yang melontarkan.  Namun setelah kaum Islam fundamentalis mulai terang-terangan dengan aksi-aksi kekerasannya.  Ditambah dengan kasus filem Fitna.  Pihak-pihak yang moderat yang mengedepankan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin mulai terprovokasi untuk menyudutkan pihak-pihak yang melakukan kekerasan secara tersirat maupun tersurat sebagai yang di luar Islam.  Apalagi setelah peristiwa Tragedi Monas kaum Islam moderat Indonesia juga mulai unjuk kekuatan dan balik mengancam pula.  Dengan kata lain kaum moderat yang juga mengusung ”Amar Ma’ruf Nahi Mungkar” mulai terseret ke arah nuansa kekerasan.  Oleh karena itu perlu ada paradigma baru bagi kaum Islam moderat agar tidak hanyut pula dalam putaran arus kekerasan ini (awalnya kekerasan halus lama-lama bisa juga ikut terseret menjadi brutal).

Hukum Ketertarikan atau Law of Attraction menjadi pembicaraan banyak orang setelah beredarnya film/video The Secret di tahun 2006.  Hukum ini menyatakan:

"Like Attracts Like". That is, a person’s thoughts (conscious and unconscious), emotions, and beliefs cause a change in the physical world that attracts positive or negative experiences that correspond to the aforementioned thoughts, with or without the person taking action to attain such experiences (Wikipedia).

Apapun yang kita pancarkan akan memantul balik kepada diri kita, walaupun itu hanya pikiran bawah sadar kita.  Hal ini ada hubungannya dengan Hadis terkenal: “Aku ini menurut sangkaan hamba-hambaKu, maka berprasangka baiklah kepadaKu”.  Sangkaan kita, sadar tidak sadar, terhadap Tuhan atau Alam Semesta akan mengejewantah dalam diri dan sekeliling kita.  We create our own reality.  Oleh karena itu kita dianjurkan berprasangka baik terhadap Tuhan atau lebih konkretnya Alam sekitar kita, orang-orang disekitar kita, karena kita semua adalah wakil-wakilNya.  Sangkaan kita terhadap wakil-wakilNya adalah cerminan dari sangkaan kita terhadapNya.

Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 4 dari 11
 

Menu Utama
Hal Depan
Visi-Misi
Pengantar
Tulisan
Links
Kontak Kami
Cari
Cari di Web

Terkini - Latest
Popular