|
Neti, neti; Not an Angel nor a Demon |
|
Monday, 08 June 2009 |
|
Neti, neti; Bukan ini, bukan itu, demikian ungkapan seorang Yogi atas konsep pencapaian seorang Brahma sejati. Kalau dalam Islam bisa disebut sebagai pencapaian seorang Insan Kamil. Kalau disederhanakan Manusia itu mempunyai sifat-sifat yang tidak seperti Malaikat apalagi seperti Syaitan. Namun kedua unsur mahluk-mahluk di atas ada pada Manusia. Kalau terlalu kearah kanan biasa disebut condong ke feminin (Malaikat bersifat kasih sayang, keibuan) dan kearah kiri condong ke maskulin (Jin bersifat kebapakan yang adil, Syaitan yang ekstrem di kiri yang semena-mena melihat dirinya sebagai tuan ("tuhan" yang berkuasa) dan pihak laiin sebagai budaknya). Namun penggabungan yang sempurna menjadikan Manusia mahluk yang khas, bukan Malaikat dan bukan Syaitan/Iblis/Jin. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Visi Pengembangan Holistik |
|
Friday, 27 February 2009 |
|
Pengembangan Body, Mind and Spirit yang menyeluruh atau biasa disebut holistik adalah cara-cara pengembangan alternatif. Kalau sudah mengenal cara-cara pengembangan, sisi penyembuhan dengan sendirinya sudah tercakup. Jadi sudah termasuk kemampuan self healing. Bahkan sisi pengembangan bisa disamakan sebagai sisi “offence” dalam istilah olahraga, dan dikatakan “offence is the best defense”atau penyerangan adalah pertahanan terbaik. Dalam pandangan hoilistik yang saya maksud, manusia dipandangan mempunyai tubuh-tubuh: 4. Spiritual 3. Intelektual (mind) 2. Emosional (mind) 1. Fisikal (body) Dan masing-masing tubuh membutuhkan “nutrisi” yang cukup (bukan berlebihan) serta saling mempengaruhi satu sama lain. Ketidak seimbangan di satu tubuh bisa menimbulkan gangguan di tubuh lainnya. Tubuh-tubuh yang diatas (misalnya no.4) lebih dominan bisa mempengaruhi tubuh-tubuh di bawahnya. Pengembangan (dan pengobatannya) harus dilihat secara menyeluruh tidak terpisah-pisah. Mengapa Holistik dan Alternatif |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Hanya kepadaNya kita mengabdi |
|
Saturday, 06 September 2008 |
|
Para Nabi, Avatar, para utusanNya di dunia mengajarkan manusia agar hanya mengabdi kepadaNya, kepada Dia yang Maha Pemurah. Tidak menduakanNya, tidak mementingkan diri sendiri (menuhankan diri), tidak mengabdi kepada yang selain Dia. Kalau ada 100 Nabi atau Avatar di dunia ini sekarang, apakah kita akan berlomba-lomba mengabdi kepada mereka, padahal mereka mengajarkan hal-hal di atas. “Hanya kepada Engkaulah kami mengabdi”. Tapi bukankah kita menganggap pengabdian untuk sesama adalah perbuatan yang mulia? Begitu pula dengan pengabdian untuk keluarga, orang tua, perusahaan kita tempat kita mengandalkan penghasilan untuk kehidupan kita sehari-hari, lingkungan, negara, dan seterusnya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 10 |